Marilah berbagi ilmu karena bernilai sedekah . Sedikit ilmu namun diamalkan , itu lebih baik daripada banyak ilmu namun tidak diamalkan . Marilah kita memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ilmu dan hargailah hasil karya orang lain . Teruslah berkarya walau di nilai kurang menarik karena mungkin bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkannya . Janganlah mencela hasil karya orang lain karena boleh jadi yang mencela tidak lebih baik dari yang di cela . Berupayalah mengamalkan ilmu karena ilmu yang tidak diamalkan adalah sia - sia dan tidak bermanfaat . Dari Al Fakir untuk seluruh insan . Sholawat dan Salam selalu terlimpahkan dengan istiqomah kepada Nabi Muhammad Saw. , Semoga bermanfaat baik di kehidupan dunia maupun akhirat !

Kamis, 03 Oktober 2013

Syiah



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ ، إِمَامُ اْلمُخْتَارُ مِنَ اْلاَنْبِيَاءِ وَ اْلمُرْسَلِيْنَ
Sesungguhnya Agama Yahudi terpecah menjadi 71 golongan , Agama Nasrani / Kristen terpecah menjadi 72 golongan dan Agama Islam terpecah menjadi 73 golongan . Golongan Islam yang menjadi pecahan adalah syiah . Golongan Syiah bukanlah musuh Islam . Jika orang – orang yang mengikuti aliran syiah tetap beriman kepada yang ghaib , mendirikan shalat , menunaikan zakat – sedekah , beriman kepada Al Qur’an – Injil – Taurat – Zabur , dan beriman kepada adanya negeri akhirat ( Surat Al Baqarah : 3 – 4 ) juga hanya mengakui Nabi Muhammad Saw sebagai Rasulullah – penutup para Nabi dan Rasul maka mereka adalah orang – orang yang beriman . Berbeda halnya dengan aliran Ahmadiyah yang dalam syahadatnya mengakui bahwa Mirza ghulam ahmad sebagai rasul terakhir maka mereka telah menjadi golongan yang sesat .Orang – orang yang beriman , semuanya bersaudara sebagaimana firman Allah dalam surah Al Hujurat : 10  yang berbunyi :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya :
“ Orang – orang beriman itu sesungguhnya bersaudara . Sebab itu damaikanlah ( perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah , supaya kamu mendapat rahmat ” .
Golongan syiah hanya berbeda akidahnya karena berpegang kepada hadis – hadis yang tidak dikenal oleh ulama hadis yang dapat dipercaya . Hadis yang menjadi pegangan kebanyakan berasal dari jalur Ali bin Abi Thalib dan anak cucunya . Hadis – hadis dari jalur tersebut , kebanyakan berisi tentang kemuliaan sang panutan golongan syiah . Hadis – hadis tersebut mungkin masuk dalam kategori hadis maudhu’ / palsu . Hadis – hadis pegangan golongan syiah dikatakan mungkin hadis palsu / maudhu’ karena hadis – hadisnya tidak dikenal oleh para ulama hadis yang dapat dipercaya . Hadis maudhu’ / palsu adalah hadis yang tidak berasal dari Nabi Muhammad Saw. atau hadis yang dibuat – buat untuk mendukung golongan tertentu atau menjadi pembenaran atas perbuatan seseorang yang telah nyata salahnya . Nabi Saw. telah memperingatkan tentang orang – orang yang membuat hadis palsu bahwa mereka supaya menyiapkan tempatnya di neraka . Jika terdapat perselisihan , perpecahan bahkan saling membunuh seperti yang terjadi antara golongan syiah dan sunni maka patuhlah kepada perintah Allah dalam surah Al Hujurat : 10 yaitu :
“ ……………… Sebab itu damaikanlah ( perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah , supaya kamu mendapat rahmat ” .
Jika terdapat perbedaan pendapat tentang suatu permasalahan maka ikutilah dan taatilah firman Allah dalam surah An Nisaa’ : 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Artinya :
“ Hai orang – orang yang beriman , taatilah Allah dan taatilah Rasul ( Nya ) , dan ulil amri di antara kamu . Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu , maka kembalikanlah ia kepada Allah ( Al Quran ) dan Rasul ( sunnahnya ) , jika kamu benar – benar beriman kepada Allah dan hari kemudian . Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya ” .
Golongan syiah dan sunni janganlah merasa menjadi golongan yang lebih baik dari golongan lain sehingga mengangap rendah dan hina golongan lain . Allah telah berfirman dalam surah Al Mu’minun : 53
فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Artinya :
“ Kemudian mereka ( pengikut – pengikut rasul itu ) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan . Tiap – tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing – masing ) ” .
Pangkal utama perpecahan umat Islam disebutkan dalam surah Al Anbiyaa’ : 93
وَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَاجِعُونَ
Artinya :
Dan mereka telah memotong – motong urusan ( agama ) mereka di antara mereka . Kepada Kamilah masing – masing golongan itu akan kembali ” .
Nabi Saw. telah bersabda bahwa perbedaan adalah rahmat . Oleh sebab itu jadikanlah perbedaan sebagai sebuah keindahan , saling menghargai dan menghormati dan bersatulah dalam perbedaan sehingga menjadi sebuah kekuatan tak terkalahkan . Islam akan hancur jika masing – masing aliran saling membunuh karena perbedaan akidah . Meluruskan akidah yang keliru / menyimpang bukanlah dengan cara saling menjatuhkan dan membunuh namun dengan cara dialog / komunikasi , saling terbuka , saling menghargai dan menghormati perbedaan , saling menelaah / mengkaji dalil – dalil yang menjadi pegangan masing – masing aliran dengan berpedoman kepada imam umat Islam yaitu Al Qur’an dan hadis yang dapat dipercaya kebenarannya ( qudsi – shahih – hasan ) . Jika setelah terjadi dialog masih tetap pada keyakinannya maka biarkanlah dan tidak perlu sampai terjadi pertumpahan darah sebagaimana anjuran Allah dalam surah Al Mu’minun : 54
فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Artinya :
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ” .


Posted by: Nama Blog magicmarketid, Updated at: 17.47.00